Saturday, December 18, 2010

Aku mahu jadi pemuda

Imam As-Syahid Hassan Al-Banna menyebut: “Berikan aku 300 katibah, yang mana rohnya sarat dengan iman dan taqwa, dadanya padat dengan ilmu dan thaqafah, jasadnya terlatih dengan latihan, maka ketika itu jika kamu mengajak aku untuk meneroka angkasa lepas, menembusi bumi tujuh petala, menghancurkan kepala penjajah, aku sanggup”.

Aku mahu jadi pemuda.

Aku lihat, dulu pemudanya hebat.

Dahulu, semasa perang Badar, Muawwiz bin Afra' dan Muaz bin Amru berjaya mencederakan pemimpin tertinggi musyrik Abu Jahal. Umur mereka, 13 dan 14 tahun. Seorang terus dibunuh dan mati syahid, seorang lagi berehat dan teruskan menyerang. Tangannya ditetak, terkulai. Dipijak tangannya sehingga putus dan terus meluru menyerang Abu Jahal. Syahid. Sebab mereka begitu mencari Abu Jahal apabila ditanya oleh Abdurrahman bin 'Auf - "Kerna, kami mendengar Abu Jahal selalu menghina dan menganiaya Nabi". Sungguh, aku ingin semangat aku seperti mereka.

Dahulu, selepas komando-komando terhebat Musyrik berjaya merentas parit Khandak menggunakan kuda-kuda terbaik mereka, umat Islam dicabar oleh komando terbaik. Tiga kali sahutan dan jeritan kepada kaum Muslimin ditempat mereka sendiri, tiada yang menyahut kecuali seorang pemuda. Dua kali dia disuruh duduk oleh Nabi kerana dia terlalu muda, lawannya terlalu hebat. Namun, Allah telah memilih dia. Dalam debu-debu kehangatan pertarungan satu lawan satu, tiada siapa tahu apa yang terjadi. Hanya kedengaran bunyi-bunyi pedang dan perisai bertembung. Kedua-dua pihak menanti penuh debar. Seusai debu pertarungan surut, zahirlah pemenang pertarungan. Allahu Akbar, Allah memenangkan si pemuda, takbir bergema. Siapakah pemuda yang berani tersebut? Dialah 'Ali bin Abi Talib. Sungguh, aku ingin keberanian aku seperti beliau.

Dahulu, dia dihantar oleh Nabi ke Madinah sebelum Nabi berhijrah ke sana. Menjadi duta Islam. Mengajarkan Islam. Dia, yang semasa jahiliyahnya digilai wanita-wanita. Ke mana sahaja beliau pergi, harumannya menusuk hidung si gadis, dan tahulah mereka bahawa pemuda yang digelar "Pemuda Makkah yang disanjung" lalu di situ. Benar, beliau digilai ramai orang. Namun, Islamnya beliau - membawa kepada penghijrahan Nabi ke Madinah. 12 orang dikembangkan menjadi beratus-ratus orang di Madinah atas usaha beliau. Beliau syahid di Perang Uhud. Ibnu Qamiah menyerang beliau, memutuskan tangan kanan beliau yang memegang panji Islam. Dijulang kembali panji itu dengan tangan kirinya. Dia kibarkan - putus tangan kirinya ditebas oleh Ibnu Qamiah. Dia menunduk, dengan kedua pangkal tangannya yang telah kudung, beliau dengan bersemangat memeluk panji Islam dan melaung "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, dan sebelumnya telah didahului para Rasul". Tombak terus tertancap di dadanya, dan gugurlah beliau sebagai syahid - di mana haruman keimanannya di Madinah dinikmati oleh semua orang. Beliau adalah Mus'ab bin Umair. Sungguh, aku ingin iltizamku terhadap Islam seperti beliau.

________________________________________________________________________________________________________
Suatu hari Umar al Khattab r.a. duduk-duduk bersembang dengan sahabat-sahabat beliau. Maka Umar berkata kepada sahabatnya, “Impikanlah”. Maka salah seorang sahabat yang hadir berkata, “Saya berangan-angan untuk memiliki banyak wang dan akan saya belanjakan untuk memerdekakan hamba dalam rangka meraih lebih redha Allah.”
Seorang yang lain menyahut, “Kalau saya, saya mengimpikan memiliki harta yang banyak lalu saya belanjakan fi sabilillah”. Yang lain menyahut, “Kalau saya mengangankan mempunyai tubuh yang kuat lalu saya abdikan diri untuk member air zam zam kepada jemaah haji satu persatu.” Setelah mendengar semua itu, maka Umar berkata, “Aku mengimpikan akan ada pemuda-pemuda seperti Abu Ubaidah al Jarrah, Musab bin Umair yang mana akan menegakkan agama ini di muka bumi.”
________________________________________________________________________________________________________


Sehingga 'Umar pun mengimpikan pemuda. Siapakah pemuda? Imam Hasan al Banna dalam risalah 'Kepada Pemuda' mengungkap...

Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karakter pemuda. Sebab sesungguhnya dasar keimanan adalah hati yang cerdas, dasar keikhlasan adalah nurani yang jernih, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemahuan yang kuat. Dan itu semua tidak terdapat kecuali pada diri pemuda.

Di akhir hari, dudukku keseorangan, atas sayangnya aku pada manusia, bencinya aku pada maksiat dan dosa pada diriku, berdoa - ya ALLAH, kau mudahkanlah diriku untuk mengikuti akhlaq Rasulullah, dan bintang-bintang di langitnya, sahabat-sahabat Nabi Muhammad. Semoga umat Islam kembali bangkit. Usah menanti zaman kelima, bangkitkan zaman kelima.

Tuesday, December 7, 2010

Hijrah of aspect

Assalam.

Selamat menghayati Ma'al Hijrah. :)

Each of us has some interests and certain passion in our life. I've just discovered mine. This is the latest one. Hehe..

Ideas.

I like to talk about ideas. Talk physically I mean, because to write it in my blog, it is purely my weakness that I am unable to explain it simply and clearly when it comes to WRITE about my ideas.

In search of ideas
I'm in search of something. And I still don't know what that something is. I have met great ideas in my 'young' and 'short' journey. Like Hasan Al Banna's - Majmu'ah Ar Rasail for example. He organized and represented joints in Islam. In a new way and a new look. A more specific of example - Usul 'Isyriin. Although I still don't even meet the fourth and rest of the usul, I still can see the beauty of the idea - his spirit and passion in spreading the message of Islam, went to the extent that his fikrah was able to build the firm concept.

I believe what I want to understand could be achieved through philosophy. Some of my friends (syukran sangat for the concern) warned me about the dangers of philosophy - and I acknowledged even Imam al Ghazali had warned us the same thing in his Tahafut al Tahafut saying that it's poisonous. I envied my friends - some of them already took Introduction to Philosophy. To me, it's time we really clarify a dogma in our society. A doctrine of escapism - a scenario of syringe. If a syringe is filled with poison, we tend to judge the syringe itself is poisonous - even when it's empty and could possibly be used to fill something beneficial. Poison, syringe and cure. Syringe isn't always filled with poison and sword isn't always used to kill. It's time I think for us to educate our society to really face the reality instead of escaping it. We can't avoid it forever. It's time for us to use a comparative method to choose - because it's the best way in my opinion.

From good to better through a narrow and critical path
I'm astounded when I read about ulama' from the past. How Imam Syafi'e's Usul Fiqh managed to unite ahli ar ra'yi with the other group - both ulama' and were heavily criticized each other - a universal principle in understanding Fiqh in Islam. A solid function that you'll only need to fit the variables into the equation. As Syathibi even said in his Muwaffaq - a kafir could istinbath any hukum when he/she understands usul Fiqh. To shine the point more, I would like to share what Imam Ahmad, had commented regarding this;
 
"Kami sentiasa melaknat ahl al-ra'yi(golongan yang berpegang dengan qias) dan mereka sentiasa melaknat kami(golongan yang berpegang dengan dalil). Sehinggalah datangnya Imam As Syafi'e dengan kaedah usul fiqhnya yang telah mengeluarkan kami dari perbezaan dan perpecahan"

And how critical was Al 'Asy'ari's contribution in developing 'ilmu kalam - even an 'alim after his time said if it wasn't for al Asy'ari's daring action to bring logic into the discussion, our 'aqidah today would be very vulnerable. I read these kind of stories with passion. Situations above, where once in a blue moon would come a hero to heroically save Islam from critical situations, where if the situations had not been saved - Islam would not be here, theoretically.

Same situation happened with Abu Bakr al Baqillani when his teacher was invited by a Sultan called Fannakhusru al Buwaihi(he preferred Mu'tazilah at that time) to an intelectual debate with prominent figures of Mu'tazilah. While his teacher refused to attend the debate fearing that the Sultan's intention wasn't sincere and haram for him to be with the fasiq, kuffar and rawafid(who hates the Sahabah), Abu Bakr thought diffferently. He said to his teacher if it wasn't because of that kind of attitude during Al-Makmun's dictatorship, Imam Ahmad bin Hanbal wouldn't be tortured and fitnah wouldn't be too widespread. He then attended the debate - and masya ALLAH, he won the debate gloriously, the sultan changed his side to Ahlul Sunnah and supported them. The writer of this story commmented, if it wasn't because of Abu Bakr's brave action, Ahlul Sunnah might have vanished and extinct. -Solusi 23, Mahmudah.

The earliest of these situations happened during 'Perang Badar', when Rasulullah lifted his hand and prayed to Allah during one of the most concentrated and critical situations in Islamic history, and said,
“Ya Allah, sempurnakanlah kepadaku segala apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikanlah apa-apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam, tentulah Engkau tidak akan lagi disembah di muka bumi ini.” [Shahih Muslim]
The situations where we have an idiom for it, "Ibarat telur di hujung tanduk" - it taught us not to be overconfident. Even when the truth is on our side. Rasulullah continued his prayer during the intense scene, narrated by Bukhari,
”Ya Allah, hamba memohon kepada Engkau akan janji dan perjanjian Engkau. Ya Allah, jika Engkau berkehendak (membuat hamba kalah), Engkau tidak akan disembah setelah hari (peperangan) ini.”
313 versus 1000. 313 won. Such a narrow physical path towards success. And it will always be like that. 'Filter' as ikhwah around me describe it. 


Co-character of Hijrah
This struggle, is always about sacrifice and mujahadah, and sometimes the road ahead seems too narrow for us to pass - and we think it's impossible for us to go through. History speaks differently. I believe history is cyclical - although Fritz Ridenour agrees the other way, as he says it's linear and non-cyclical. Well, can history be both linear and cyclical? I think, yes. Just like a wheel moving in a straight line :)


Most of us already digest the exact detail of our prophet's hijrah with Abu Bakar. I would like to share one story I read from 'Biografi Muhammad bin Abdullah'. On the third day of the journey, Suraqah bin Malik rode his horse as fast as lightning. Abu Bakr saw him and quickly told Muhammad PBUH. Muhammad just told Abu Bakr to calm down without even looking to Suraqah and prayed, O Allah, save us in any way you wish. And then he continued reciting the Quran. Instantly, Suraqah and his horse fell down. Suraqah tried to get up hard - he failed three times. 'Strange' he thought. He then stopped and pleaded peace from Muhammad. "Who are you?" Rasulullah asked. "I'm Suraqah bin Malik" he answered. Muhammad offered him jewelries from Anu Syirwan, ruler of Persian at that time. Twice he asked to really confirm that Muhammad was talking about the real Anu Syirwan. He felt more perplexed, Muhammad promised him that one day Islam will defeat the Persia, the biggest kingdom at that time. Suraqah asked for an agreement letter so he could show it to the Muslims when the day comes. He reverted during the opening of Taif by Rasulullah.


During Umar Al Khattab's period, the Persian was defeated by the Muslims and the ghanimah was sent to Khalifah 'Umar. In the ghanimah, were the jewelries of Anu Syirwan. 'Umar called Suraqah in front of the crowd to give him his reward, Muhammad's promise - the jewelries of Anu Syirwan to him and asked Suraqah to tell his story to the crowd. And Suraqah cried.. Just cried. Perhaps missing the lovely prophet and his first engagement with him.




Conclusion
I invite readers - not to only see Hijrah from its physical aspect. But from its philosophical aspect behind the event, the examples from its characters, and its idealistic essence. Because Rasulullah's hijrah was not a mere hijrah - its a set of shining examples. Phase of Makkah and phase of Madinah; phases that contained invaluable information of Rasulullah's journey. Read, learn, understand, 'feel', act, and spread. I am really nothing and no one to tell you all this, I just want you to feel the same passion as I do when I read about our prophet's sirah. Wallahu a'lam.

Wednesday, December 1, 2010

Barang Amanah

Salam

Bismillah

Sedang dalam mood yang agak sibuk kebelakangan ini. Program-program besar dan agenda-agenda peribadi memenuhi jadual hidup. MAHA 2010, SMM Final, XChallenge, dan sebagainya. Terasa bersyukur juga kala teringat tahun tahun lepas sibuk 'subscribe' dan join Yahoo Group. Alhamdulillah, pulangannya amat memuaskan - terutama semasa cuti. Memanglah syok..

Juga dalam mood kecemburuan yang amat sangat di kala melihat 'penuh'nya dada sahabat-sahabat yang telah berjaya menamatkan FCR phase 3 baru-baru ini. Perkongsian menguatkan lagi azam saya - moga tahun depan ada kelapangan untuk menghadirinya - lebih baik jika 'jiwa' saya hadir. Amin. Program yang memberikan pendedahan juga pencetus anjakan paradigma untuk para peserta - diakhiri dengan lawatan ke rumah-rumah ibadah agama lain. Phase 3 tidak berakhir begitu sahaja. Insya ALLAH. Dalam pandangan saya, when it ends, our real job starts. Saya berbangga untuk berkongsi perkongsian hebat rakan-rakan saya di blog mereka - Nidzam Yatimi dan Syazwan Adzhar. (Gembira derang 'rasa' perasaan tu, cemburu pun ade!!! takpe2, cemburu dibolehkan dalam hal ni.. bukak SOLUSI sila...)

****************************

Dua hari lepas, kami AJK XChallenge bermesyuarat. Dalam mesyuarat tersebut, ada disentuh mengenai cadangan untuk barang amanah yang akan diberikan kepada para peserta. Sebelum itu, saya ingin berkongsi sedikit anekdot-anekdot sepanjang hidup saya yang berkaitan dengan barang amanah.

Anekdot 1 : Telur Ayam 
Telur ayam antara barang amanah pada peringkat kami yang susah dijaga, namun agak kuat jika hendak dibandingkan dengan biskut kering. Puncak ke'kantoi'an dalam menjaga barang amanah ini adalah apabila kami tersilap atau terlambat, kami dihukum pumping. Ha, masa ni kalau letak telur ayam dalam poket, pecahlah telur dan kotorlah baju..

Anekdot 2 : Biskut kering
Selagi kekal di darat dan tidak terkena air, ia mudah dijaga.
"Mana biskut kamu??? Kamu dapat jaga tak?" tanya ustaz..
"Err.. dapat ustaz. (Dikeluarkan biskut dari poket baju).." seorang kawan menjawab.
"Bagi ustaz tengok jap.. nak tengok kamu jaga elok-elok ke tak."  pinta si ustaz.
Ketika itu, hampir seluruh ahli kumpulan berbisik kuat-kuat, "Oii..oit.. jangan bagi! Jangan bagi!".
Si kawan lalu memberi biskutnya kepada ustaz.
Ngapp! Biskutnya dimakan.. 
Pengalaman di DQ.

Anekdot 3 : AYAM!
Ini barang amanah paling best. Semasa kursus kepimpinan di Kem Kembara. Kami dapat ayam sebagai barang amanah. Ayam ni, kalau pegang dan gerakkan badan dia, kepala dia stay kat point original. Ha... masa tu memang apply konsep inertia. Habis ketika perbarisan digoyang-goyang badan ayam, bagi nampak macam ayam tengah menari. Tapi, yang bestnya masa tengah pegang kaki, kadang-kadang terasa panas di tangan. Bau pun semerbak. Tengok-tengok ayam qadha' hajat. Masa tu nak tergelak tak boleh, nak geli-geli tak boleh - tengah berbaris kan? haha. Tapi, rindu jugak, ayam-ayam yang kami pegang berhari-hari akhirnya kami sembelih makan.

Anekdot 4 : Tayar Bas/Lori
Barang ini diberi semasa kem sama juga, tapi kepada kumpulan yang ayam derang lari. Barang ni memang besar, dan berat. Tiap-tiap kali ada arahan berkumpul, nanya la dekat kumpulan tu, kene heret dengan pikul. Ha. ni pun best jugak.



*********************

Hari ini, kami pergi survey barang-barang amanah untuk peserta XChallenge. Cikgu kata, harga RM10. Kedai pertama kami pergi, harga RM45. Kedai kedua, RM38. Kedai ketiga, RM70! Jadi, kami tukar lain. Kalau murah, kami nak borong dekat MAHA 2010. Amin. Huh. Letih sungguh. Oh..masa lapang, aku merinduimu. Benarlah kata nabi, masa lapang tu jarang disyukuri. Setempek kena pada diri sendiri.

Boleh lawan? [Sumber]
Barang amanah - agaknya dalam hidup kita, apa amanah kita ye? Macam mana kita handle atau tunaikan amanah kita? Diam 10 saat, fikir dalam-dalam. Akhirat nanti kita ditanya.

Monday, November 29, 2010

Attachment Hidup

Salam.

Bismillah.

Alhamdulillah, selesai Kem Hafazan kelmarin - selama 3 hari 2 malam. Faci-faci pun sama hampir setiap kem. Sedih seorang demi seorang nak pergi jauh-jauh. Tapi tak apa, kena sentiasa cari pelapis. Ada 'wave' baru kebelakangan ini. Gelombang nak menghidupkan balik ex-NC dan ex-Masyab. Insya ALLAH, Allah permudahkan.
 
Kem hafazan  - penuh makna. Moga kami tak berjumpa lagi dengan pelajar-pelajar itu untuk kem seterusnya. Kem itu pun sebenarnya khas untuk mereka yang gagal ujian Hafazan dan Tilawah.

Macam mana nak istiqamah?
Semasa bersama seorang senior yang amat dihormati, saya bertanyakan kepadanya beberapa perkara.

"Ana nak tanya, macam mana ye nta dapat istiqamah kat tempat nta? Yelah, tempat kita bukan tempat yang pekat bi'ah dia.. pekat bi'ah jenis lain yelah.."

Dia menjawab "Tempat ana mungkin beza sikit.. nta lagi susah kat sana..nta sorg. (Sambil berkali-kali menyatakan dia tak seistiqamah yang saya sangkakan..memang sentiasa merendah diri).. Cuma, kalau ana la.. sentiasa attach dengan surau. Dekat situ dapat kita cari sama-sama orang-orang yang nak cari bi'ah solehah itu. Dah jumpa orang, insya ALLAH senang untuk cipta bi'ah tu..yang penting attach dengan surau. Dari situ kita nampak siapa yang nak cari bi'ah untuk jaga iman.."

"Lagi..??" saya bertanya.

"Lagi satu..sentiasa attach dengan Al Quran. Kalau orang lain pilih nak attach dengan lagu-lagu yang tak membawa kepada ALLAH, dan benda lain..kita attach dengan Quran. tu penting. Paling penting, sentiasa jaga subuh. Itu penting.."

****************************
Attachment kita
Nasihat dia mungkin ringkas - tapi padat dengan inti-inti penting. Kalau tak dengan orang-orang soleh, Quran, bacaan-bacaan yang baik, solat awal waktu, ibadah wajib dan sunat, akhlaq-akhlaq yang baik, dan aktiviti-aktiviti yang bermanfaat - dengan apa lagi kita nak attach? Kita muslim, nabi ajar kita attach dengan perkara-perkara macam ini. Allah..


Ada perbezaan insya ALLAH. Tengok orang macam dia, hati kita jadi sejuk. Nak ikut. Mencari juga apa yang dia buat, kita ikut. Rupa-rupanya, kita lupa ikut apa yang orang-orang soleh tak buat. Nak ikut, ikut apa yang dia BUAT dan TAK BUAT. Apa yang dia tak buat? Lagu-lagu dari artis yang mengarut dia tak dengar, nasyid pun yang mudah-mudah macam Nadamurni dan Rabbani, movie pun tapis-tapis supaya jaga hati, tengok video Ikhwah buat. Kalau alasan nak hebat bahasa Inggeris, Allah, dia hebat akademik. English konfem. Berkat dia menjaga diri, Allah permudahkan.

Insya ALLAH, jom ikut apa yang orang-orang soleh TAK BUAT...

Kita dibenarkan berbeza cara dalam memahami Fiqh, berbeza dalam pendekatan dakwah, berbeza dalam pegangan falsafah, namun, saya tidak pernah melihat bahawa kita dibenarkan berbeza dalam memahami apakah itu AKHLAQ.... (Hasanhusaini.com)

Apa yang nak diisi?


Kita boleh pilih nak isi apa dalam hati kita. Kebaikan, kemaksiatan, atau nak campur dua-dua. Itu kita boleh pilih. Di Akhirat, moga kita berbahagia dengan pilihan masing-masing.

Wallahu a'lam.

Monday, November 22, 2010

Blaming

I wrote this in a great deep remorseful feeling - as I just blamed the most important person in my life, the one that I love the most, because of my failure.

In this life, it's always about you, and how you control it.

I always believe - in this life, it's all about how you control and manipulate it. To make the best out of it. Each one's life, is based on one's perception. If one can see it and how it works, one may able to at least manage the direction of one's life. All in all, life is a choice.

I always thought about this - many people's failure - and the wave hits me at last.

If you know yourself would be a wild free thinker one day, give a shot to have a good thinking and philosophy class - and take up religious lesson.

If you feel yourself having a problem managing money, have a little time thinking of how big the impact will be to your family and life in the future - and start forming a new habit.

If you think you have an inclination or sexual tendency towards your gender, embark on a thought journey so that you can really contemplate and set the sexual desire aside for a while - and I'm sure you will see why Allah made us different.

If you feel that the way you live your life today isn't the right way of life, and you still can't find the key towards the happiness, and you have a thick layer of hypocrisy electroplated to your heart pretending that you are okay without the essences - go back to your God and control your pride and arrogance; wasn't the pride that had made Iblis expelled from the Heaven?

If you feel by loving someone, you will hurt her, keep it and be prepared so you can really love the person as you should when the time comes - and you will be satisfy and proud how honest you have been to yourself, your God and your partner.

If you think you can't handle some problems, start a discussion, find a shoulder to cry on, and express - so you will not stupidly blame someone you really love.

Life is a choice - and you have the choice in your hand, every second, every hour, every day, every sunset you see, to choose how you want to be and how to change your life. And to choose what kind of person you want to be.

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَداً
Nor say of anything, "I shall be sure to do so and so tomorrow"- [Al Kahfi : 23]

Sometimes, you can't get things done. Or you feel yourself too weak to execute your choice. Can't you put it aside and have some time to think? The verse says you cannot. You can only if...

إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَداً
Without adding, "So please God!" and call thy Lord to mind when thou forgettest, and say, "I hope that my Lord will guide me ever closer (even) than this to the right road."

In the end, at the edge of despair and sorrow, Allah offers his help to help you. So, if you see something ahead in your life, do something about it. If you don't know what to do, Allah is always by your side. Or if not, you will regret your ignorance. And you will end up hurting the ones you love.

Astaghfirullah.. I just don't know what to feel besides regret and remorse. And I hope it will all be okay by the time the sun rises..

Astaghfirullah..


* the above examples don't describe what I'm going through, especially the sexual inclination part, not at all. It's just situations that I have observed -

Sunday, November 21, 2010

Picturesque 2 - Memorabilia of Al-Amin and DQ

This is just an effort to collect some pictures to keep the memories awake. Ha.. Tengok jelah ye. Credit to Amirul 'Arif, Al Hasan, Anas Asnawi, Amirul Aizat and Nidzam Yatimi, Ibnu Dan, Rashid - I collect all these pictures from their sites. Syukran..


Sekolah Rendah Islam Al-Amin (1998 - 2003)

When this picture (1 Zaid) was tagged, within a day the comments were unbelievable. All of us started reminiscing. In this picture was Muallimah Ruslina Mustafa - a great teacher. Until now, when I meet her, she always says her prayer to me. Alhamdulilah.
This picture is the only picture I can find online. I got some in my album. Physically.


Sekolah Menengah Islam Al-Amin (2004 - 2008)
This place had served as my memory pool. I learned and experienced all sort of feelings here more than I could describe. Ineffable.

In the middle was Ustaz Ayub. I miss him very much. This class have been through Cikgu Wasitah's torment (Jalan itik naik tangga empat tingkat) together-gether, and my hand was red and swell sebab kena rotan dalam bilik pengetua when I was in this class too.
In this picture, yang sama batch yang group tiga orang di kanan gambar - Amirul, Muhammad, dan Farhan. Yang berbaju merah Ustaz dan juga bapa angkat yang amat dirindui - Ustaz Idris.
One aspect that stays strong in my mind about Al-Amin - its camping. Lasak. It taught me a lot of things. Kalau masa tingkatan 1, hidupkan unggun api guna berketul-ketul lilin askar, bila tingkatan 5, 1/8 daripada ketulan atau tak ada langsung. Kalau masa tingkatan 1, bina khemah pasang siap je, tingkatan lima tinggal bawak kain kanvas, tali, parang - yang lain buat sendiri. Kalau masa tingkatan 1, masak boleh, roti pun boleh - tapi masa challenge tingkatan lima, semua raw, masak pakai buluh, dapur pun kene dari sumber-sumber hutan. Aha..banyak lagi. Abu Dzar sempat belajar buat perangkap lagi dengan ustaz. Cuma, agak menyesal tak hadam betul-betul macam mana nak ikat tali untuk abseiling dan jambatan tali tu..huh. Menyesal-nyesal. Banyak sangat main dulu..

Time ni dah jadi AJK dah..lagi best.
Perkara yang best masa camping - boleh gelak tengok gelagat peserta, kongsi ilmu, dan hantu!!! Haha.. Masa Uji Cekap ni, memang ada yang kena kacau - siap kena rasuk jin jadi macam harimau lagi. Masa dengan Anas tengah nak buat pagar - lampu tiba-tiba kelip-kelip dekat pokok besar, lepas tu ramai-ramai nampak lembaga putih jatuh dari pokok. Hoho.. Memori enak. Kalau Allah takdirkan satu hari nanti tersesat dalam hutan, dengan mereka nilah aku nak bersama.

Masa KONSIS Nasional dengan senior. Ni orang-orang sama dekat gambar atas. Dua belah kanan tu senior, sampai sekarang ada kem atau prog kitorang jumpa. Yang dua belah kiri, sebaya - Mirol dan Anas, masing-masing sekarang sibuk dengan pengajian.. Insya ALLAH ada masa dapat jumpa dan spend masa betul2.
Hormat dan respek pada orang-orang macam kat atas. Ada agama dan prinsip. Campak mana-mana derang jalan. Ada yang on the way ke Oxford boleh lead halaqah lagi - bila lah aku nak jadi macam tu ye? (Moga ALLAH mudahkan..).

Kawan-kawan - beberapa ketika sebelum nak menempuh SPM '08. Batch kebudak-budakan. Ada sindrom childish kot.
Fius dah putus dek kehangatan SPM.. dianggap udara sebagai air.. ha, rindu kelas Fizik malam.

EXPLORACE! Here we go..
Untuk pengetahuan pembaca, sekolah Al-Amin setiap tahun mengadakan program terakhir untuk tingkatan lima, Xplorace. Kami berlumba dari KL ke tempat-tempat tertentu, batch kami dapat Perlis. Kami mendapat tugasan untuk diselesaikan di samping berlumba dan menang - aha 1. Menjual buku di tempat awam macam KLCC. 2. Buat tugasan dan dapatkan sign macam bersihkan masjid. erk..banyak lagi. Tapi serius best dan penat.

Kami juara..alhamdulillah.

Abang Sarep tersayang.. sori, masa die buat halaqah dlu, kitorang kuat tido.. aku je kot. besor2 ni baru nak minta balik tajuk2 dlu..

Jutaan terima kasih buat guru-guru SRIAAG dan SMIAAG serta naqib tersayang kerna mendidik kami.. Barakallahu fiikum.


Darul Quran (2009 -2010)
Di sini - aku datang untuk menghafal Al Quran alhamdulillah 30 juz. Namun, di tempat ini jugalah, segala yang aku pelajari di Al Amin - di upscale kan platform pemikiran ku di sini. Aku melihatnya dengan kaca mata baru.. Mungkin berkat Quran, siapa tahu..

Halaqah Quran.. sepanjang tiga sem menghafal Quran ni, dengan diorang ni la.. Jamuan berpuluh2, prank bday byk2, dan menghafal-kalau-lupa-kena-sound-dengan-ustaz sama-sama. Ustaz Abu Bakar dan Ustaz Saiful Nizam. Ini jamuan second last kot.
Di Darul Quran, kami ada kelas Quran, English, Tajwid dan Understanding Islam.

Ini class English kami. Ini kelas nombor satu - tapi bukan nombor satu - as we strongly believed at that time, there are still many people kena masuk kelas tu - cuma mungkin rezeki masa exam, tak dapat.
Amazingly, these people are bright people (me to be excluded seriously..). Bukan sikit yang tolak tawaran biasiswa. Cara mereka present dan tulis essay - exceptional. IELTS punya silibus macam pejam mata bagi derang. Aha..Banat sure ada, tapi tak masuk dalam gambar. We even planned to build Transformers - which they initially appointed me as the energy division director (ada kaitan dengan fizik? haha..).

Lepas liga bola sepak.. macam biasa - ana penonton bola sepak, pemain bola keranjang.. cuma, basketball sana sikit sgt orang main.. :(

Jamuan halaqah Quran kami. Aha.. ramai dah khatam Quran - jadi kami buat sikit makan-makan.

Mana-mana pun di AL AMIN dan DQ, kami masih budak-budak yang serius(?)

Hari terakhir untuk semester 3. Kereta masing-masing dah bukak enjin dah kat bawah tu.. tinggal tuan badan je nak drive. Sohaib buat bola terapung. Akan rindu kawan-kawan.

Alhamdulillah.. konvo. Perhatian - gambar ditangkap semasa tengah berkhayal. Credit to Nidzam Yatimi.

DQians - I hope we will meet in the line of pejuang ALLAH one day. Most will be in the field of science, some in the special line of religion. Apa-apa pun, selamat berjuang. Darul Quran, tempat aku merevolusikan pemikiran aku.

************************************

Mood 'girang'. Sebarang kepelikan dalam penceritaan harap abaikan. Antara usaha untuk menghidupkan memori - supaya dapat memotivasikan diri. Allahu Akbar. Di akhir hari, kita bertemu diri sendiri sebelum cahaya. Terima kasih..

Salam.

Wednesday, November 17, 2010

'Adil Adha

Salam.

Bismillah.

Selamat Hari Raya 'Eidul Adha saya ucapkan pada semua.

Buat semua kenalan, rakan-rakan, pembaca-pembaca yang dikenali, yang terhubung dengan ikatan 'aqidah, mahupun yang disatukan bangsa khalifah umat manusia.

Moga kita dapat sama-sama memperbanyakkan takbir, dan berusaha memahami hakikat tersurat dan tersirat di sebalik peristiwa ini, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Solat bersama family, dan melapah bersama family - apa lagi yang boleh kita harapkan selain redha Allah turun bersama bahagia dengan family.

Tiada lagi yang sempat saya kongsikan dek kehangatan suasana di rumah yang super seronok - angin sejuk, bau masakan 'mama' tersayang memenuhi ruang tamu, kebisingan adik-adik - melainkan ingin saya kongsikan sedikit kefahaman cetek saya mengenai peristiwa ini.

Ibrahim dan Ismail. Satu nilai yang dapat saya garap oleh kecetekan kefahaman saya.

Perjuangan tanpa pengorbanan merupakan perjuangan yang sia-sia.

Oleh itu, ikhwah dan akhawat - teruskan berkorban. Sememangnya ia tampak sukar, dan secara batiniyah lebih lagi - namun, Allah telah membekalkan kita sumber terhebat menjadi inspirasi. Khalilullah Ibrahim 'alaihissalam dan Isma'il - pengorbanan yang tiada tara. Moga kita dapat sama-sama ambil 'ibrah.

Alhamdulillah - lima ekor lembu tumpas di tangan tahun ini. Agak-agak lagi dua tiga tahun capai target untuk hadam proses 'Qurban' dari menjatuhkan dan mengikat lembu sehingga ke menimbang (?). Boleh lead Qurban satu hari nanti. Memasak biar kaum perempuan. Mereka lagi mahir. Pengkhususan kerja kan ciri-ciri tamadun. Tapi, kaum lelaki lagi terer kot masak - sebab dah tiga musim Top Chef lelaki yang menang :D

Okeh. Salam.